Saya seorang penderita hiv aids

Pak Mif yang saya hormati selaku ahli utama di IklanIndonesia.web.id ….. : saya seorang wanita , usia 23 tahun, yang mengidap penyakit hiv aids positif , saat ini tak ada satu keinginan apapun selain menghendaki adanya kesembuhan dan bebas dari penyakit ini.Saya pun tahu kalangan medis dan pakar kesehatan di dunia belum menemukan obat yang benar benar tepat . Saya mohon saran baik anda, karena hari ini rasanya semangat untuk hidup tak ada lagi. Mohon nama dan identitas saya jangan disampaikan ya.

Saudari yang baik hatinya…. sesuai dengan permintaan anda maka kami tidak menampilkan nama anda di IklanIndonesia.web.id. Jawaban yang lebih spesifik sudah kami kirimkan ke email saudari 1 hari lalu. Sebagai bahan penyemangat , kami ingin menyampaikan satu kisah nyata yang terjadi di masa lalu . Berikut kisah tersebut dan mari baca bersama sama :

Dimasa lalu hiduplah seorang yang diramalkan akan mendapatkan berbagai kemalangan sepanjang hidupnya ketika dirinya sudah mulai memasuki usia 30 tahun. Namun ia tak percaya begitu saja, lalu ia pun mendatangi beberapa orang yang dipandangnya sangat ahli , ia menceritakan semua persoalan yang sedang dhadapi.

Sayangnya mereka pun memberikan jawaban yang tak jauh beda dan mengatakan kalau dirinya akan menghadapi berbagai masalah rumit dimasa yang akan datang. Yang lebih menyakitkan, ia diramal akan menghadapi kematian yang menyedihkan pada usia 35 tahun. Saat itu ia benar benar shock, berhari hari tak pernah makan, ia tak lagi mengerjakan hal hal baik yang sebelumnya selalu ditunaikan.

Ditengah keterpurukan dan ketakutan , hatinya memberikan bisikan , bisikan itu demikian kuat dan seperti bisa didengarkan oleh telinganya. Bahkan ia pun bermimpi dan mendapatkan nasehat yang isinya sama dengan bisikan kuat di dalam hatinya. Di dalam mimpi itu ia diminta untuk menemui seorang pertapa sakti yang tinggal di suatu gunung.

Tanpa banyak bicara, keesokan paginya, ia segera pergi mencari dan mendatangi pertapa sakti itu . Setelah berjalan kaki cukup lama, dia akhirnya bertemu langsung dengan pertapa yang menyambutnya dengan senyum keramahan. Tatapan sang pertapa dirasakannya teramat menyejukkan, sampai sampai ia lupa kalau dirinya sedang menghadapi masalah berat.

Lalu sang pertapa itu pun langsung berkata, Wahai orang yang baik…. mengapa kamu bersedih hati, bukankah Tuhan lebih tahu apa yang akan terjadi , mengapa engkau takut, bukankah Tuhan selalu bersamamu dimanapun kamu berada ?

Ketahuilah , sesungguhnya nasibmu tak berada di tangah manusia lain, usiamu tidak ditentukan oleh satu kekuatan yang berasal dari ketidaktahuan manusia,namun umurmu sepenuhnya ada dalam genggaman eratNya…

Wahai orang yang baik.. pulanglah …!!! ( pertapa itu membentak keras) sampai ia pun kaget karena dari tadi tak bicara sepatah kata pun, namun entah mengapa pertapa itu mengetahui apa saja yang sedang dirasakan olehnya.

Pulanglah… jangan pernah takut dengan kematianmu, namun segera gunakan umurnya untuk diabdikan secara tulus kepada Tuhanmu… jangan kau sia siakan segalanya hanya karena kata kata manusia yang masih dalam belenggu dosa. Pulanglah… !!!

Jadikan hari ini yang terakhir dalam hidupmu… lakukan segalanya dengan kekuatan terbaikmu, jadikan hari ini ,sebagai hari yang penuh kebaikan untuk ayah bundamu, untuk saudaramu dan semua orang yang kamu temui.

Pulanglah… !!! ( bentakan ketiga membuat ia bangkit dari ketertundukan). Ia seperti mendapatkan energi dan kekuatan baru untuk menjalani hidup. Ia lalu mengucapkan terima kasih dan segera pulang . Ditengah perjalanan pulangm ia mendengar seorang wanita yang sedang berteriak minta tolong, ia bergerak cepat ke sumber suara dan didapati ada 3 pemuda yang akan memperkosa si wanita itu.

Dengan cepat ia menarik 3 pemuda itu hingga terlibat perkelahian yang hebat, ia berhasil mengalahkan ketiganya meski tubuh ketiga pemuda itu jauh lebih kekar , lebih besar dan nampak seperti seorang jagoan. Lalu ia mendekati si wanita yang masih ketakutan dan mengantarnya pulang ke rumah.

Ia diminta untuk mampir sebentar dan dijamu oleh orang tuanya layaknya pahlawan yang baru menang di medan pertempuran.Orang tua si wanita mengucapkan terima kasih dan menawarinya untuk menerimanya sebagai calon istri.Dengan senyum malu malu , ia mengatakan tidak bisa memenuhi harapan itu , karena memang belum siap dan ingin melakukan hal yang lebih lagi .

Orang tua si wanita sangat kecewa, tetapi bisa menghargai jawabannya, lalu orang tua ini menawarkan sebidang tanah sebagai hadiah , lagi lagi ia menolak dan mengatakan agar tanah itu diberikan saja pada amal sosial atau untuk keperluan baik lainnya. Orang tua itu menangis dan memeluknya sebelum ia pamitan.

Setelah itu ia melanjutkan perjalanan pulang , sesampainya di rumah , ia baru ingat kalau ibunya telah lama sakit dan selama itu pula ia tak pernah merawatnya,.Ia pun menangis sejadi jadinya, lalu ia mengambil sikap drastis dengan menggendong ibunya untuk menemui tabib yang dikenal bisa mengobati segala penyakit .

Sesampainya di tempat pengobatan, ia malah kaget , karena tabib itu mengatakan bahwa idirinya tak bisa mengobati penyakit ibu. Namun ia bisa disembuhkan dengan perantara anaknya sendiri. Lalu ia pun kembali menggendong ibunya pulang , tak lagi berpikir apakah dirinya capek maupun lapar . Sungguh ajaib… setelah ia sampai rumah, tiba tiba ibunya sudah sembuh dan sehat seperti sebelumnya.

Seketika si anak langsung bersujud , bersyukur kepada Tuhan yang masih memberinya kesempatan untuk berbuat baik kepada orang tua. Dengan sikap penuh hormat, ia pun meminta ijin kepada ibunya , ia ingin pergi ke satu kerajaan dan melamar sebagai prajurit. ia memaksa dan tak ingin keinginannya dicegah maupun dilarang. Sang ibu pun mengijinkan dan menyertai perjalanannya dengan doa baikan dan keselamatan.

Setelah melalui serangkaian tes, ia diterima sebagai prajurit dan mendapatkan posisi sebagai salah satu komandan tempur. Beberapa tahun kemudian , perang antar kerajaan pun pecah, ia harus memimpin satu perang untuk menumpas para pemberontak . Tak ada keinginan apapun selain keinginan meraih kemenangan ataupun mati dengan terhormat.

Ia bertempur habis habisan di garis terdepan , sampai sampai para perwira lain tercengang melihat aksi tempurnya yang demikian memukau. Perang pun usai, ia tidak mati , namun masih tetap hidup , padahal satu satunya keinginan saat itu adalah ingin mati di medan laga setelah dirinya bertempur mati matian.

Melihat prestasinya yang mengagumkan ,sekaligus tetap rendah hati, pihak kerajaan pun ingin memberinya penghargaan khusus, ia akan diangkat sebagai panglima perang tertinggi dan pengangkatan itu sekaligus disertai dengan pemberian mahkota penghargaan dari kerajaan.

Lagi lagi ia menolak, sebab ia tidak menginginkan jabatan maupun penghargaan, yang ia inginkan adalah segera berjumpa dengan Tuhan kalau memang hidupnya sudah tak berguna. Jawaban ini membuat baginda raja menangis sambil tetap memaksanya mau menerima tawaran sebagai panglima perang.

Yang unik adalah bahwa panglima perang sebelumnya juga memintanya, tak ada yang sakit hati andai dia mau , tak ada yang merasa disingkirkan ketika dirinya menerima kedudukan tinggi itu. Namun ia tetap menolaknya dan mengatakan dengan tegas kalau dirinya sudah ikhlas menjadi abdi di kerajaan, selamanya dirinya masih diberi kesempatan hidup maka selama itu pula akan memberikan hal terbaik untuk rakyat.

Dengan sikap yang sangat santun , ia menyatakan rasa hormat yang dalam kepada baginda raja, lalu mengatakan kepada baginda agar panglma perang tak perlu diganti, sebab kekuatan tidak ditentukan oleh panglima perang, namun kesatuan, kebersamaan dan keyakinan pada Tuhan yang akan membuat negeri ini selalu mampu mengatasi musuh musuhnya.

Penglima perang pun langsung memeluknya sambil mengatakan kepada para prajurit yang hadir kalau hari itu adalah hari kemenangan sejatinya , kemenangan yang dibangun dengan ketulusan untuk kebaikan semua orang.Kemenangan yang tidak lahir dari ambisi pribadi, namun kemenangan yang dilandasi oleh keyakinan tinggi kepada Tuhan.

Pembaca IklanIndonesia.web.id yang baik… kita semua bisa menjadi pemenang, jangan pernah membatasi diri akibat divonis tak berguna oleh orang lain,sebab Tuhan selalu lebih mengerti segala hal yang tak diketahui oleh orang lain. Semoga kisah ini berguna dan memberi energi baik pada kita semua. Terima kasih